KWD Papua Selatan, Pemprov dan USAID Kolaborasi Gelar Pelatihan Jurnalistik

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Komunitas Wartawan Daerah (KWD) Provinsi Papua Selatan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan dan United States Agency (USAID) menggelar pelatihan jurnalistik wartawan Papua Selatan selama dua hari, 13-14 Desember 2024.
Pelatihan jurnalistik wartawan Papua Selatan perdana yang diinisiasi oleh KWD Papua Selatan ini mengangkat tema ‘wartawan profesional melalui penulisan in depth.
Asisten I Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno membuka secara resmi pelatihan jurnalistik wartawan Papua Selatan disalah satu hotel Merauke, Papua Selatan, Jumat (13/12/2024).
Ditandai penabuhan tifa oleh Asisten I Setda Papua Selatan bersama Ketua KWD Papua Selatan Emanuel Riberu, Regional Tim Leader USAID Kolaborasi Papua Selatan, Pdt. Johan Andres Serhalawan, Ketua Panitia Muhammad Abdulsyah, perwakilan Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Papua Selatan, Nugroho Asrianto dan perwakilan Forkopimda.
Asisten I Setda Papua Selatan dalam sambutannya mengatakan, Pemprov Papua Selatan mengapresiasi peran wartawan yang selama ini sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Dia menyebut, wartawan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjadi sumber masukan penting bagi kebijakan di provinsi yang baru berdiri ini.
Melalui momentum itu, AJ Guritno menjelaskan, Papua Selatan sebagai salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022.
Hingga kini, lanjut ASN penerima Satyalancana Karya Satya, Provinsi Papua Selatan masih dipimpin oleh Penjabat gubernur yang sudah dua kali diganti.
Tentu hal ini mencerminkan tantangan besar dalam membangun struktur pemerintahan yang solid.
“Pemerintah Provinsi Papua Selatam telah memulai tugas dengan membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengangkat pejabat, hingga mempersiapkan Majelis Rakyat Papua dan DPR Papua Selatan melalui mekanisme pengangkatan,” tuturnya.
Menurut dia, peran wartawan dalam mendukung otonomi khusus (otsus), untuk itu pelatihan ini juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan otsus yang menjadi landasan pemekaran Provinsi Papua Selatan.
Melalui kegiatan itu, AJ Guritno menyoroti pentingnya peran wartawan dalam mengawal implementasi Otonomi Khusus (Otsus).
“Anggaran Otsus telah ditetapkan dengan porsi masing-masing untuk provinsi dan kabupaten. Wartawan perlu bertanya sejauh mana anggaran tersebut digunakan sesuai peruntukannya,” tegas Asisten I Setda Papua Selatan.
AJ Guritno menekankan, pentingnya peningkatan profesionalisme wartawan melalui pengalaman dan kompetensi.
Ia juga mengingatkan agar berita yang disampaikan berdasarkan fakta dan terhindar dari hoaks.
“Berita yang tidak akurat bisa menimbulkan masalah dan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Oleh karena itu, wartawan harus memverifikasi kebenaran informasi sebelum dipublikasikan,” lugasnya.
AJ Guritno menuturkan, berkat kolaborasi antara KWD Papua Selatan bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan USAID terselenggara pelatihan jurnalistik.
Dia berharap, kegiatan ini menjadi sarana bagi wartawan untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan kapasitasnya.
Diakhir sambutannya, AJ Guritno mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan ini.
Ia juga berharap kegiatan pelatihan jurnalistik dapat meningkatkan profesionalisme wartawan di Papua Selatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat mengikuti pelatihan ini. Semoga berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kemajuan jurnalistik di Papua Selatan,” tandas Asisten I Setda Palua Selatan.
Sementara itu, Ketua KWD Papua Selatan, Emanuel Riberu dalam laporannya memperkenankan KWS Papua Selatan yang terbentuk Tahun 2023 lalu, sebagai wadah berhimpun para jurnalis se-Tanah Papua Selatan.
“Kehadiran organisasi ini untuk mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan di Papua Selatan sekaligus meningkatkan soliditas di antara rekan-rekan se-profesi,” paparnya.
Menurut Eman, dalam dunia jurnalistik tentu wartawan mengenal ragam jenis berita, ada berita langsung, berita mendalam, investigasi, interpretatif dan opini.
Berkaitan dengan kegiatan hari ini, pelatihan jurnalistik menulis berita mendalam merupakan pelatihan yang sangat penting untuk diikuti oleh rekan-rekan wartawan.
“Kegiatan ini menjadi momen bagi kita untuk sama-sama belajar, untuk menambah wawasan menulis, meningkatkan daya kritis sekaligus profesionalisme sebagai jurnalis,” pesannya.
Dalam keseharian, dia mengakui, wartawan terbiasa menulis berita langsung seperti straight news. Namun hari ini menjadi kesempatan emas untuk wartawan belajar bagaimana menulis laporan atau berita mendalam.
“Mari kita bersama memanfaatkan momen saling belajar ini dengan sebaik-baiknya,” ajak Eman.
Pria berdarah NTT asal Maumere ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan USAID yang telah berkolaborasi bersama Komunitas Wartawan Daerah Papua Selatan untuk menggelar pelatihan ini.
“Kami juga berterima kasih kepada bapak ibu yang telah memenuhi undangan kami. Kiranya sinergitas dan silaturahmi tetap terjalin baik di antara kita,” ungkapnya.
“Semoga apa yang diterima rekan-rekan hari ini dapat bermanfaat kelak, terutama untuk mendukung kerja-kerja kita sebagai jurnalis ke depannya,” imbuh Eman Riberu. (Hidayatillah)



