BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Foto Lifestyle Nasional Pemerintah Daerah Pendidikan

Pj Sekda Mappi Desak Polisi Ungkap Pembacok Kepala SMP Satap Dagimon, Pemda Evaluasi Keamanan Guru

Mappi

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembacokan yang menimpa Kepala Sekolah SMP Satu Atap (Satap) Dagimon, Distrik Obaa, Magdalena Aprilia Letson, S.Pd. Gr oleh orang tak dikenal pada 23 April lalu.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Mappi, Dra. Maria Goreti Letsoin, M.Pd., mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait keselamatan tenaga pendidik diseluruh Mappi.

“Kami sangat prihatin dan turut merasakan apa yang dialami oleh guru kami, Ibu Prilly. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk memastikan keamanan guru dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mappi ini.

Menurutnya, keamanan guru merupakan faktor penting agar proses belajar-mengajar dapat berjalan normal tanpa gangguan.

Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi SMP Satap Dagimon, termasuk aspek keamanan di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, keberadaan SMP Satap Dagimon sebelumnya merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi siswa diwilayah Mappi.

Sekolah itu dibangun sebagai kelanjutan dari perkembangan pendidikan dasar yang mulai membaik dalam beberapa tahun terakhir.

“Setelah SD diwilayah itu berkembang dengan baik, kami mendukung kelanjutan pendidikan dengan menghadirkan SMP Satap agar anak-anak tidak perlu berjalan jauh untuk bersekolah,” tutur Maria Goreti.

Namun, peristiwa pembacokan yang dialami pahlawan tanda jasa kini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan peninjauan ulang terhadap posisi sekolah dan sistem keamanan yang tersedia.

Selain itu, Pj Sekda mengapresiasi solidaritas guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mappi.

Para guru diketahui melakukan aksi solidaritas serta mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku.

Ia juga menyampaikan, korban telah dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebagai bentuk solidaritas, kegiatan belajar-mengajar sempat diliburkan selama satu hari untuk mendukung proses rujukan korban.

Lebih lanjut, Pj Sekda menegaskan, profesi guru harus mendapatkan perlindungan maksimal dari pihak keamanan, terutama diwilayah yang memiliki tingkat kerawanan tertentu.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai penutupan sejumlah sekolah akibat kejadian tersebut. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar.

“Berita yang menyebut banyak sekolah ditutup itu tidak benar. Sekolah tetap berjalan selama proses penanganan berlangsung,” tegasnya.

Maria Goreti berharap, aparat kepolisian segera mengambil langkah cepat dalam mengungkap pelaku pembacokan, sehingga rasa aman bagi para guru dapat segera terwujud. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)

Visited 23 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page