BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Foto Hukum Pemerintah Daerah Pendidikan Sosial Politik

Pj Sekda Maria Letsoin Prihatin Pembacokan Kepsek di Mappi, Tegaskan Tempat Mengajar Guru Harus Aman

Mappi
Pj Sekda Mappi, Dra. Maria Goreti Letsoin pose bersama jurnalis di Merauke, Papua Selatan, Jumat (24/4/2026).

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Kasus pembacokan terhadap Kepala Sekolah SMP Satu Atap (Satap) Dagimon, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Magdalena Aprilia Letson, S.Pd. Gr oleh orang tak dikenal pada 23 April lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mappi sekaligus menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi para guru diwilayah terpencil.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mappi, Dra. Maria Goreti Letsoin, M.Pd mengatakan, peristiwa tersebut tidak hanya menjadi musibah bagi korban, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap perlindungan tenaga pendidik didaerah.

Ia menilai, para guru diwilayah pedalaman menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga minimnya dukungan sarana pendukung.

“Guru kami sangat berjuang. Banyak yang belum memiliki rumah dinas, kendaraan operasional pun harus dibeli sendiri. Dalam kondisi seperti itu, peristiwa kekerasan tentu sangat memprihatinkan,” ungkapnya kepada wartawan di Merauke, Jumat (24/4/2026).

Maria Goreti menyebut, guru merupakan profesi yang wajib mendapatkan perlindungan dari pihak keamanan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap tenaga pendidik.

“Kami harus memastikan (posisi tempat mengajar, red) guru menjadi aman,” tegasnya.

Dia menyebut, Kasus pembacokan yang menimpa Kepsek SMP Satap Dagimon hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Pj Sekda mengaku belum dapat mengungkapkan motif di balik kejadian tersebut.

“Saya belum bisa memastikan motifnya karena masih dalam proses penyelidikan. Namun yang saya tahu, Ibu Prilly adalah sosok guru yang peduli dan disayangi oleh murid serta rekan-rekannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para guru yang menunjukkan solidaritas tinggi terhadap korban.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui aksi donor darah hingga pendampingan selama proses perawatan di rumah sakit.

Selain itu, pemerintah daerah memastikan bahwa tidak ada kebijakan penutupan sekolah secara massal seperti yang sempat beredar di media sosial. Proses pendidikan tetap berjalan seperti biasa.

Pj Sekda menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan tenaga pendidik, khususnya diwilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ia berharap, aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku pembacokan sehingga rasa aman bagi guru dan masyarakat dapat kembali terjaga. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)

Visited 31 times, 3 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page