Masyarakat Adat Malind Ezam Dukung Apolo Safanpo – Paskalis Imadawa di Pilgub Papua Selatan

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Masyarakat adat Malind Dek golongan Ezam Enim mendukung penuh pasangan nomor urut 4, Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa pada pemilihan gubernur (Pilgub) Provinsi Papua Selatan Papua Selatan 2024.
Masyarakat adat Malind yang berada diwilayah Distrik Muting, Kabupaten Merauke ini memiliki harapan besar kepada pasangan Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan periode 2024-2029.
“Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan tanggal 27 November 2024, kami tetap pilih nomor empat. Masyarakat Malind golongan adat Ezam Enim sepakat mendukung Bapak Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa,” tegas Ketua Lembaga Masyarakat Malind Adat Ezam Enim, Barnabas Iman Mahuze kepada Beritapapuaselatan.com di Muting, Merauke, Papsel, Rabu petang (9/10/2024).
Dikatakan, masyarakat adat Ezam Enim berjumlah sebanyak 500 orang lebih berada di tujuh kampung Distrik Muting, Kabupaten Merauke. Meliputi Kampung Pachas, Boha, Kolam, Wan, Selow, Kindiki, dan Selil.
“Besok (hari ini, red) kami akan membuat acara adat secara besar-besaran untuk menyambut kedatangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan 2024-2029,” ujarnya.
“Masyarakat Ezam Enim akan menyerahkan busur anak panah untuk berburu babi atau rusa yang nantinya dibagikan kepada masyarakat dalam artian bahwa ketika Bapak Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan akan menjadi pemimpin yang melihat masyarakat dan melaksanakan pembangunan yang adil, merata,” sambung Barnabas Mahuze.
Ketua Adat Ezam Enim menilai Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa sosok pemimpin yang baik hati sehingga diharapkan terus menengok masyarakat ketika menjadi orang nomor satu di Papua Selatan.
“Kalau sudah duduk jadi Gubernur dan wakil gubernur harus melaksanakan pembangunan secara menyeluruh untuk masyarakat 4 kabupaten di Papua Selatan,” tandas Barnabas Mahuze. (Hidayatillah)


