Bupati-Wabup Merauke Resmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 77

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke resmi meluncurkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke.
Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan diwilayah paling timur Indonesia.
Peresmian sekolah rakyat yang digelar di lingkungan SMK Negeri 2 Merauke itu dihadiri oleh pejabat daerah dan perwakilan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial Republik Indonesia, angggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Papua Selatan, Gus Adi Fuad.
Selain itu, Forkopimda Provinsi Papua Selatan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan guru dan siswa penerima manfaat program.
Tampak Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze bersama Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah membuka plang nama sekolah dan pengguntingan pita sebagai sejarah dimulainya SR kembali.
Dalam sambutannya, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian besar yang diberikan pemerintah pusat, khususnya melalui Kemensos.
Ia menegaskan, program sekolah rakyat ini merupakan terobosan penting dalam pemerataan akses pendidikan didaerah-daerah terpencil dan tertinggal.
“Kita patut berbangga karena Merauke menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Tidak semua kabupaten di Indonesia memperoleh program sekolah rakyat terintegrasi 77 seperti yang kita miliki hari ini,” tuturnya.
Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 merupakan bagian dari 165 sekolah rakyat yang tersebar diseluruh Indonesia, dengan Kabupaten Merauke menjadi salah satu penerima utama.
Sekolah ini dirancang untuk menyediakan pendidikan dasar dan menengah dengan fasilitas terpadu, serta mendukung program makan siang bergizi bagi siswa.
Bupati juga menyoroti tantangan besar sektor pendidikan di Merauke yang memiliki luas wilayah mencapai 46.430 kilometer persegi.
Dengan berbagai keterbatasan tenaga pendidik, sarana-prasarana, dan akses transportasi.
Ia menekankan, pentingnya dukungan seluruh pihak untuk memastikan pemerataan pendidikan disetiap distrik.
“Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menegaskan bahwa anak berhak memperoleh pendidikan yang bermutu,” tegas Bupati.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi atau jarak,” sambungnya.
Selain itu, kata Yoseph, pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun kawasan khusus pendidikan rakyat disekitar Stadion Katapal, sebagai pusat pembelajaran terpadu di Merauke.
Bupati meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial agar segera memperbarui data kebutuhan tenaga pengajar guna memastikan keberlangsungan program.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Adi Fuad, Kementerian Sosial RI, serta seluruh jajaran TNI-Polri, pemerintah provinsi, dan tokoh masyarakat yang telah mendukung terealisasinya program tersebut.
“Ini semua bukan semata pembangunan fisik, tapi juga upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya-cerdas secara intelektual, emosional, dan terampil,” ucapnya.
Bupati berpesan kepada seluruh orang tua dan siswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Yoseph berharap, dengan adanya sekolah rakyat terintegrasi ini, tingkat partisipasi sekolah di Merauke dapat meningkat signifikan mulai jenjang SD hingga SMA.
“Anak-anak kita harus tuntas belajar. SD tuntas, SMP tuntas, dan kalau bisa lanjut hingga perguruan tinggi. Itu kebanggaan kita semua di Bumi Anim Ha ini,” tandasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis alat pendidikan dan sarana pendukung kegiatan belajar-mengajar, termasuk pengeras suara dan perlengkapan olahraga, sebagai tanda dimulainya proses pembelajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi Merauke. (Adlan/Hidayatillah)




