BMP Papua Merauke Gelar Konvoi Damai Fanbase Piala Dunia 2026 & Bagi-bagi Hadiah

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Barisan Merah Putih (BMP) Papua Kabupaten Merauke menggelar konvoi damai fanbase piala dunia 2026, Sabtu (4/7/2026).
Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pesta sepak bola dunia.

Sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Mandala Merauke tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai komunitas pendukung tim nasional peserta Piala Dunia 2026.
Para peserta tampil mengenakan atribut dan membawa bendera negara favorit masing-masing.

Tercipta suasana semarak penuh warna, namun tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan sportivitas.
Ketua BMP Papua Kabupaten Merauke, A. Victor Kaisiepo mengatakan, konvoi tersebut merupakan kegiatan kebangsaan.

Tujuannya, menyalurkan antusiasme masyarakat Papua terhadap sepak bola ke dalam kegiatan yang positif dan terarah.
“Melalui konvoi damai ini kami ingin mengumpulkan seluruh fanbase dari berbagai negara yang ada di Kabupaten Merauke agar semakin mempererat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.
“Antusiasme masyarakat Papua terhadap sepak bola sangat tinggi dan ini menjadi momentum untuk membangun solidaritas di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Merauke,” sambung Victor.

Menurutnya, panitia telah menyiapkan sekitar seribu kupon doorprize untuk peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah kemeriahan acara.
Berbagai hadiah menarik disediakan mulai dari beberapa unit sepeda BMX, mesin cuci, hingga hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.
Ia menyebut, jumlah peserta yang hadir melebihi target karena antusiasme masyarakat terus meningkat hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Kami melihat jumlah peserta terus bertambah. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan membawa manfaat bagi masyarakat Papua Selatan,” beber Victor.
Konvoi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Merauke.

Dalam sambutannya, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengapresiasi inisiatif BMP yang mampu menghadirkan kegiatan positif dengan melibatkan berbagai komunitas pendukung sepak bola dalam suasana damai dan penuh kekeluargaan.
Bupati menilai, keberagaman atribut yang dikenakan para peserta, mulai dari pendukung Portugal, Brasil, Argentina, Prancis, Belanda, Jerman hingga negara lainnya mencerminkan semangat sportivitas yang harus terus dijaga.
“Walaupun kita mendukung tim yang berbeda-beda. Semangat kita tetap sama yaitu sportivitas,” pesannya.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tidak boleh saling mencederai. Justru melalui olahraga kita memperkuat persaudaraan dan persatuan sebagai warga Merauke,” imbau Yoseph Gebze.
Menurutnya, konvoi fanbase ini juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Merauke merupakan daerah yang aman, damai, dan mampu menjaga kondusivitas ditengah tingginya euforia Piala Dunia.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat persatuan serta mendorong generasi muda lebih aktif berolahraga.
Terlebih khusus olahraga sepak bola sebagai kegiatan yang positif dan membangun prestasi.
“Walaupun kita mendukung berbagai negara, di dalam hati kita harus tetap ada Merah Putih. Semoga suatu saat nanti kita semua dapat mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia untuk mendukung Indonesia tampil di Piala Dunia,” ungkapnya.
Kegiatan Konvoi Damai Fanbase Piala Dunia 2026 berlangsung meriah dengan pengamanan dari unsur Forkopimda dan aparat keamanan.
Selain konvoi keliling kota, panitia juga mengundi ratusan doorprize yang telah disiapkan.
Membagikan hadiah berupa beberapa unit sepeda BMX, mesin cuci, serta hadiah utama satu unit sepeda motor yang disambut antusias oleh para peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Barisan Merah Putih Papua Merauke berharap semangat sportivitas, persatuan, dan cinta tanah air terus tumbuh ditengah masyarakat.
Dengan demikian, euforia Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang mendukung tim favorit, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan masyarakat di Bumi Anim Ha. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)




