BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Foto Lifestyle Nasional Pemerintah Daerah

Ekspedisi Patriot dan Kementrans Perkuat Ekosistem Perbenihan Padi di Salor Kurik

Patriot

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Dalam rangka memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan, Tim 7 Ekspedisi Patriot IPB University menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sekolah Lapang Perbenihan Padi di Kawasan Transmigrasi Salor, Distrik Kurik, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (24/10/2026). 

Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja sama antara IPB University dan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) ini dilaksanakan di Balai Kampung Harapan Makmur serta lahan demplot Harapan Makmur, mulai pukul 08.30 WIT hingga selesai.

Dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan di bidang pertanian, antara lain Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Selatan, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, Kepala Distrik Kurik.

Juga perwakilan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Barat, penyuluh pertanian, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Distrik Kurik. 

Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas perbenihan padi guna menunjang ketahanan pangan dan mendorong pengembangan pertanian lokal di Merauke dan sekitarnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Kampung Harapan Makmur, Drs. Sutamto yang mewakili wilayah Distrik Kurik, Kawasan Transmigrasi Salor.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya perbenihan padi.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang menyampaikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. 

Abbas Alibasyah, S.P. dari Balai Pengawasan Benih Tanaman Jawa Barat memaparkan mekanisme pengawasan serta prosedur sertifikasi benih tanaman pangan. 

Daniel Moya, S.P. dari Dinas Pertanian Provinsi Papua Selatan menjelaskan kondisi pertanian di wilayah setempat beserta strategi pengembangan perbenihan padi di Kabupaten Merauke. 

Sementara itu, Sitti Raoda Garuda, S.P., M.P. yang mewakili BRMP Papua Selatan menyampaikan materi tentang produksi benih sumber padi di Provinsi Papua Selatan.

Selain sesi pemaparan dari para narasumber, Tim 7 Ekspedisi Patriot IPB University yang diketuai oleh Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si. bersama anggota tim Wira Yudha Prima, S.P., Dani Ahmad Lazuardi, S.P., M.Si., Dwi Arizna Arofah, S.P., M.Si., Arya Asmara, S.P., dan Nur Fajriah Eka Putri, S.Trp. turut mempresentasikan hasil pertemuan Focus Group Discussion (FGD) sebelumnya. 

Tim juga kembali memperkenalkan inovasi Automatic Weather Station (AWS) sebagai teknologi pendukung kegiatan pertanian.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemilihan, pengolahan, dan penggunaan benih padi berkualitas.

Pengetahuan teknis yang diperoleh diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik perbenihan sesuai ketentuan sertifikasi, meningkatkan hasil produksi, serta menjaga keberlanjutan usaha tani di wilayahnya.

Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si. dalam keterangannya menegaskan bahwa keberhasilan menghasilkan benih bermutu memerlukan kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak. 

Menurutnya, kehadiran dan antusiasme petani dalam kegiatan ini merupakan modal penting untuk mendorong tumbuhnya petani penangkar benih di Kawasan Transmigrasi Salor.

Ia juga menyoroti perlunya penguatan kelembagaan perbenihan agar proses produksi benih berkualitas dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Dalam hal ini, keberadaan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) di Provinsi Papua Selatan dinilai perlu segera diaktifkan kembali untuk memastikan pengawasan dan sertifikasi benih dapat terlaksana dengan baik.

Lebih lanjut, ia berharap petani dapat mencapai kemandirian dalam memproduksi benih sehingga kebutuhan benih untuk kegiatan budidaya dapat dipenuhi secara lebih mandiri. 

Upaya tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas tanaman padi dan penguatan sektor pertanian di kawasan transmigrasi.

Pada kesempatan yang sama, IPB University memperkenalkan dua varietas padi tipe baru, yakni 9G dan 15S. 

Kedua varietas tersebut berpotensi menjadi alternatif bagi petani setempat, terutama sebagai pilihan tambahan di samping varietas yang selama ini telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan di wilayah tersebut.

Menutup sambutannya, Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si. menyampaikan harapan agar petani di Distrik Kurik, khususnya Kawasan Transmigrasi Salor, semakin mandiri dalam memproduksi benih dan terus berkontribusi terhadap kemajuan pertanian nasional. 

Pesan tersebut disampaikan melalui seruan, “Petani Kurik mandiri benih, maju untuk kemajuan pertanian Indonesia.”

Melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sekolah Lapang Perbenihan Padi ini, peningkatan produktivitas padi di Distrik Kurik diharapkan dapat terus didorong pada setiap musim tanam. 

Penerapan pengetahuan perbenihan sesuai standar sertifikasi, pemanfaatan varietas unggul yang adaptif, serta penguatan kapasitas petani menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian perbenihan. 

Dengan demikian, petani lokal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan pertanian berkelanjutan di Papua Selatan. (Hidayatillah, S.E.)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page