Golkar Papua Selatan Gelar Rakorda dan Konsolidasi Partai hingga Akar Rumput

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Papua Selatan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan konsolidasi partai, Jumat (8/5/2026).
Rakorda dan konsolidasi organisasi sebagai tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput (tingkat kampung).

Hal itu disampaikan Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo kepada wartawan disela-sela kegiatan Rakorda dan Konsolidasi Golkar Papua Selatan.
Apolo Safanpo menjelaskan, Rakorda tersebut merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional partai yang harus dituntaskan hingga tahun 2026.

“Jadi ini adalah Rakor umum se-Papua Selatan, yang merupakan penjabaran dari perintah DPP untuk partai melakukan konsolidasi yaitu pembentukan kepengurusan,” kata orang nomor satu di Papua Selatan ini.
“Mulai dari tingkat pusat harus selesai semua tahun ini, provinsi selesai tahun ini, kabupaten, kota, distrik, sampai ke kampung,” sambungnya.
Menurut mantan rektor Uncen dua periode, Golkar Papua Selatan saat ini baru menyelesaikan konsolidasi ditingkat provinsi dan kabupaten.

“Oleh Karena itu, kita datang Rakorda disini untuk menginventarisir masalah-masalah dan kendala-kendala yang kita hadapi dalam pembentukan kepengurusan partai ditingkat kabupaten, distrik, dan kampung. Itu agenda tahun 2026 yang ditetapkan oleh DPP,” tutur Apolo Safanpo.
Saat ditanya terkait evaluasi hasil Pemilu 2024, Apolo Safanpo menyebut, data yang dipaparkan dalam Rakorda berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pemilu 2029 mendatang.
“Tadi data 2024 itu data dari KPU yang kita paparkan untuk bahan evaluasi saja. Berdasarkan itu, kita ingin ada perbaikan-perbaikan di pemilu berikutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, salah satu fokus utama perbaikan adalah memperkuat kepengurusan partai diwilayah-wilayah yang selama ini belum memiliki struktur organisasi.

“Setelah kita evaluasi, banyak distrik yang tidak ada pengurusnya. Banyak kampung juga yang tidak ada pengurusnya,” ujar Gubernur Papua Selatan.
“Kalau pengurus saja ada, minimal kita bisa memperoleh suara dari pengurus. Kalau pengurus bisa mendapatkan amanah dari masyarakat, tentu suara akan bertambah,” imbuhnya.
Terkait target politik pada pemilu mendatang, Apolo menyebut, Golkar Papua Selatan menargetkan capaian minimal sama seperti hasil Pemilu 2024.
Dimana partai Golkar berada di posisi keempat tingkat Provinsi Papua Selatan.
“Minimal sama dengan pemilu kemarin. Kalau bisa mendapatkan amanat dan kepercayaan yang lebih dari masyarakat, itu bonus dan kita syukuri. Tapi untuk mencapai target minimal itu, sekarang harus disiapkan,” tandasnya. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)



