
Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Kemenkeu Mengajar telah berlangsung selama sembilan tahun. Dimulai sejak tahun 2016 hingga saat ini sehingga Tahun 2024 disebut sebagai Kemenkeu Mengajar ke-9 (KM 9).
KM 9 yang mengadopsi kelas inspirasi diikuti sebanyak 8.333 relawan yang merupakan pegawai aktif Kemenkeu, SMV dan BLU di lingkungan Kemenkeu dan juga mahasiswa aktif PKN STAN.

Kemenkeu Mengajar kembali diselenggarakan diberbagai level sekolah dengan total 327 sekolah yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia terdiri dari 126 SD, 83 SMP, 100 SMA/SMK/MA.
Tak hanya itu, KM 9 juga diadakan di 5 Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) yang berada di 4 negara dan 13 Sekolah Luar Biasa (SLB).
Relawan Kemenkeu Mengajar tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam tugasnya masing-masing.

Kali ini tercatat ada 122 relawan panitia pusat, 112 koordinator daerah, 1.765 panitia daerah, 401 wild card, 344 fasilitator, 4.773 relawan pengajar, dan 816 relawan dokumentator.
Relawan Kemenkeu mengajar dan berbagi selama satu hari di sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA dan juga ada di beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN).
Hal ini juga dilakukan oleh 30-an relawan Kemenkeu Mengajar 9 yang menyasar dua sekolah di Bumi Anim Ha ujung timur Indonesia yaitu SMK Negeri 1 Merauke dan SMP Negeri Urumb, Senin (7/10/2024).

Relawan KM 9 di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan adalah pegawai tiga instansi Kemenkeu yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Merauke, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Merauke dan KPPBC Tipe Madya Pabean C (Bea Cukai) Merauke.
Tampak pimpinan tinggi Kemenkeu terlibat terjun langsung ikut mengajar di SMK Negeri 1 Merauke dipimpin Kepala KPPN Merauke, Asyik Fauzi. Sedangkan Kemenkeu Mengajar 9 di SMP Urumb dipimpin Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Kantor Bea Cukai Merauke, Ragil Yudy Prasetyo.
Hal ini menunjukkan dukungan yang kuat atas penyelenggaraan kegiatan KM 9.

Kepala KPPN Merauke, Asyik Fauzi dalam sambutannya saat menjadi pembina upacara di SMK Negeri 1 Merauke mengatakan, Kemenkeu Mengajar 9 memberikan beberapa materi kepada siswa terkait peran Kemenkeu dalam mengelola dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), peran dan manfaat APBN dalam kehidupan sehari-hari seperti pembiayaan pembangunan fasilitas umum dan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pengenalan profesi yang ada di Kemenkeu serta cerita inspirasi untuk menjaga semangat belajar siswa.
“Kami berharap, anak-anak akan mengenal dan memahami literasi keuangan negara yang terdiri dari pengenalan APBN, pengenalan peran, profesi dan nilai-nilai Kementerian Keuangan, serta manfaat dari keuangan negara sesuai dengan tema peran APBN dalam mewujudkan kecerdasan, kesehatan, dan kesejahteraan,” tuturnya.

Ia menegaskan, peran APBN tidak akan maksimal tanpa partisipasi dari semua pihak. Sekolah gratis yang sudah difasilitasi tidak akan berdampak kalau siswa tidak rajin belajar.
Fasilitas kesehatan yang disiapkan juga tidak akan mampu menjamin kesehatan, kalau kita tidak menjaga kesehatan. Gedung-gedung yang sudah dibangun juga tidak akan ada manfaatnya untuk kesejahteraan apabila kita tidak bisa menjaganya.
“Semangat Kemenkeu Mengajar #DariKamiUntukNegeri dapat kita wujudkan bersama-sama jika Kemenkeu sebagai pengelola keuangan negara menjalankan tugasnya dengan berkualitas, dan kita sebagai warga masyarakat berpartisipasi demi menyongsong Indonesia Emas,” ungkap Asyik Fauzi.

Dia menjelaskan, Kemenkeu Mengajar diadakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Oeang Ke-78 Republik Indonesia sekaligus bentuk bakti dan pengabdian insan Kemenkeu kepada masyarakat, khususnya didunia pendidikan.
Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama membangun peradaban bangsa dan menyukseskan agenda pembangunan nasional.
Keseriusan pemerintah dalam dunia pendidikan ini juga tercermin dalam Undang-Undang APBN yang mengamanatkan 20 persen dari belanja negara wajib dialokasikan untuk pengembangan pendidikan.

“Tidak hanya dalam hal pendidikan, APBN juga turut berperan dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Cara kalian membantu negara untuk saat ini adalah dengan menimba ilmu dan belajar sebanyak mungkin,” pesan Fauzi.
“Saya berharap, kegiatan Kemenkeu Mengajar ini dapat memberikan pengetahuan baru kepada anak-anakku sekalian, mengenai dasar-dasar pengelolaan APBN, termasuk peran yang bisa kita lakukan sebagai warga negara sebagai salah satu bentuk kecintaan kita kepada Indonesia,” harapnya.
Dia menambahkan, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan punya kapasitas cukup untuk menjadikan Indonesia negara yang maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain didunia.

Sementara itu, Koordinator Kemenkeu Mengajar 9 di Merauke, Maulana mengatakan, KM 9 adalah gerakan mandiri pegawai Kemenkeu yang ingin memperkenalkan profesi Kemenkeu kepada generasi penerus bangsa sejak dini.
“Kami di Merauke ada 30-an relawan Kemenkeu Mengajar terdiri dari panitia daerah, fasilitator, pengajar dan dokumentator. Alhamdulillah, tahun-tahun sebelumnya kami sudah melaksanakan di SD Gudang Arang, SD Mopah Lama, SD Inpres Polder dan sebagainya. Niat baik kami memperkenalkan profesi Kemenkeu, postur APBD dan sekolah kedinasan gratis Politeknik Keuangan Negara STAN,” lugasnya.
Maulana menyebut, Tahun 2019 kegiatan Kemenkeu Mengajar menjadi program kerelawanan ASN pertama di Indonesia yang mendapatkan rekor MURI.
Kala pandemi covid-19 datang, tidak membuat semangat kerelawanan pegawai Kemenkeu luntur. Pada Tahun 2020 dan 2021, program Kemenkeu Mengajar diselenggarakan secara daring. Kini Kemenkeu Mengajar kembali ke sekolah. Bahkan, turut hadir dua relawan Kemenkeu Mengajar 9 dari Jakarta dan Sulawesi ke SMP Negeri Urumb Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
“Hari ini kami relawan Kemenkeu Mengajar 9 juga memberikan bantuan berupa cat untuk membuat pojok literasi SMK Negeri 1 Merauke,” tandasnya.
Pantauan media ini, Kemenkeu Mengajar 9 mendapat sambutan hangat dan gembira dari 79 tenaga kependidkan / guru dan 845 siswa SMK Negeri 1 Merauke.
Dimana SMK Negeri 1 Merauke dibawah kepemimpinan Mariana Lusi Lalong kini memiliki empat jurusan sekolah meliputi Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Informasi Jaringan Komputer dan Kelekomunikasi (TIJKT). (Hidayatillah)


