BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Pemerintah Daerah Pendidikan Sosial Politik

Pemprov Papsel Dorong Praktik Pancasila Dalam Keseharian 

Pancasila
Kepala BPIP Republik Indonesia, Marsma TNI Erwin Sugiandi menyerahkan plakat kepada Pemprov Papua Selatan diwakili Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan, Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si di auditorium Unmus, Jum’at (13/6/2025) sore.

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan (Papsel) mendorong praktik pancasila dalam kehidupan sehari-sehari.

Demikian disampaikan Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa menyampaikan sambutan dalam acara penguatan jaringan relawan kebajikan Pancasila di auditorium Universitas Musamus (Unmus) Merauke, Jumat (13/6/2025) sore.

Dilanjutkan kuliah umum oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Marsma TNI Erwin Sugiandi.

Asisten Bidang Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan mengatakan, Pemprov Papua Selatan akan terus mendukung berbagai program yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan, termasuk kegiatan seperti ini.

“Kami juga mendorong agar pendidikan pancasila tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga hidup dalam praktik keseharian dalam interaksi sosial, dalam kebijakan organisasi, dan dalam aksi-aksi nyata di masyarakat,” tegasnya.

AJ Guritno berharap melalui kegiatan tersebut akan tumbuh semangat kolektif untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bersikap dan bertindak.

“Mari kita rawat Indonesia dengan jiwa Pancasila,” ajak ASN penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun dari Presiden RI.

Ia menjelaskan, BPIP RI adalah lembaga yang dibentuk pada 8 Februari 2018. Bertanggung jawab kepada Presiden Prabowo Subianto.

Badan ini bertugas membantu Presiden Prabowo Subianto dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain itu, melaksanakan penyusunan standarisasi pendidikan dan pelatihan.

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya.

“Tugas ini sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Agustinus Joko Guritno.

Sebagai dasar negara, kata dia, ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Pancasila bukan hanya sebuah dokumen historis yang lahir pada 1 Juni 1945, tetapi merupakan nilai hidup yang terus relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Ditengah derasnya arus globalisasi, digitalisasi, serta berkembangnya paham-paham ekstrem serta intoleransi, Pancasila menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Oleh karena itu, AJ Guritno mengimbau, penguatan nilai-nilai Pancasila bukanlah tugas satu institusi semata, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan generasi muda. 

Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) memiliki posisi strategis. 

“Kalian bukan hanya penerus estafet kepemimpinan bangsa, tetapi juga pembentuk masa depan Indonesia,” pesannya. 

“Oleh karena itu, penting bagi kalian menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan kampus, dalam bersikap media sosial, serta dalam tindakan nyata ditengah masyarakat,” sambung Asisten I Sekda Papsel.

Lanjut dia, begitu pula dengan komunitas atau organisasi masyarakat yang berperan besar dalam membina kehidupan sosial.

Memperkuat toleransi antar warga dan menjadi motor penggerak gotong royong salah satu nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

“Saya mengajak semua untuk tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam setiap perilaku dan kebijakan,” ujar AJ Guritno.

“Mari kita jadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang adil, damai, inklusif dan berkeadaban dan berkeadaban,” imbuhnya.

Melalui momentum, Kampus Unmus Merauke melakukan penandatanganan kerjasama dengan BPIP RI. 

Selain itu, BPIP menyerahkan plakat kepada Pemprov Papua Selatan dan Kampus Unmus Merauke.

Lalu penyerahan plakat dari Unmus Merauke ke BPIP RI disaksikan oleh Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan.

Hadir dalam kuliah umum, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

(Kesbangpol) Provinsi Papua Selatan, Paskalis Netep dan perwakilan dari Majelis Rakyat Papua Selatan. (Hidayatillah

Visited 41 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page