BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintah Daerah Sosial Politik

Pemprov Papua Selatan Dorong Koordinasi dan Kinerja ASN Dispoparekraf

Dispoparekraf

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan (Papsel) mendorong koordinasi dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Papsel.

Demikian disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur Apolo Safanpo membuka Rapat Evaluasi dan Staf Disparekraf, Senin (4/5/2026).

Ia mengatakan, ini merupakan suatu hal yang bagus dan harus dilakukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Guna melancarkan tugas-tugas yang diberikan Gubernur Papsel kepada kepala dinas.

“Diantara tugas-tugas itu kita perlu melakukan koordinasi, kerjasama dan juga mengatur tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang sudah diberikan,” tuturnya.

AJ Guritno menyebut, tupoksi mulai dari kepala dinas, sekretaris, kepala bidang dan seksi sampai pada staf mempunyai fungsi masing-masing. 

Dari semua itu terangkum dalam sistem manajemen, paling tidak harus dimengerti sistem manajemen yang baik.

Menurutnya, manajemen yang baik yaitu mengerjakan semua tugas.

Bukan kepala dinas sendiri yang melakukan tugas, sekretaris sendiri atau bendahara bekerja sendiri.

“Kalau ada hal-hal seperti itu perlu kita evaluasi bersama. Kepala dinas tidak boleh marah, staf juga tidak boleh marah,” pesan ASN penerima Styalancana Karya Satya 30 tahun dari Presiden RI.

Ia menjelaskan, jika tugas sudah terbagi sesuai tupoksi masing-masing maka tanggung jawab juga terbagi habis.

Dengan demikian, tugasnya dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

AJ Guritno menyebut, menjadi staf yang baik adalah memberikan masukan kepada pimpinan. 

Lanjut dia, semisal kepala dinas sudah melaksanakan tugas sesuai tupoksinya, harus disampaikan tidak dengan nada “teriak-teriak” tetapi harus masuk dan diselesaikan didalam ruang kepala dinas.

Begitu juga secara berjenjang kepada para kasubid, disampaikan kepada para kepala bidang, kemudian kepada sekretaris lalu disampaikan kepada kepala dinasnya.

“Itu baru bisa kita katakan bahwa manajemen kantor berjalan dengan baik, aktivitas bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Lantaran, kata Asisten I Sekda, jika ada permasalahan hendaknya diselesaikan dengan baik.

“Kita ini semua dijaga di “tikungan” yakni oleh masyarakat, penegak hukum, polisi, jaksa, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” bebernya.

Ia mengatakan, jika melakukan kesalahan maka dilaporkan, tidak melakukan kesalahan saja dicari kesalahannya.

Oleh sebab itu, diharapkan semua bisa bekerja dengan baik dan mengikuti aturan yaitu harus disiplin.

“Kalau ada tugas dikerjakan dengan baik. Kalau tidak bisa diselesaikan dilaporkan kembali ke pimpinan,” imbuh AJ Guritno.

Para pegawai harus melaksanakan tugas secara baik, namun juga harus mengerti dan memahami.

“Pengalaman juga tentunya bisa menambah kualitas kita dalam bekerja selain pendidikan,” lugasnya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan, ASN perlu menambah pengalaman, harus belajar juga dari pengalaman orang, perlu bertanya kalau belum tahu, terutama melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.

Baik kegiatan rutin, belanja modal atau proyek dan lainnya. Hendaknya itu dikerjakan sesuai dengan tugas masing-masing.

“Hanya itu saja, melakukan tugas sesuai dengan undang-undang, tapi juga harus disampaikan kepada pak gubernur,” imbau Asisten I Sekda.

Ia menegaskan, tugas yang diberikan harus dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. 

Jika pekerjaan yang dilakukan tidak tepat waktu maka akan mengganggu sistem. 

Apalagi saat ini semua pekerjaan dilakukan diatur dengan menggunakan sistem digitalisasi. 

Sistem ini secara tidak langsung memberikan ketegasan kepada diri masing-masing supaya menyelesaikan tugas masing-masing.

“Apabila kita sudah melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka kita tidak akan mendapatkan masalah walaupun kita diperiksa kalau ada masalah dengan orang lain,” jelasnya.

Menurut Dia, ini menjadi perhatian semua. Namun, ia meyakini semua sudah pengalaman masing-masing.

Jika ada pengalaman buruk jangan diulangi lagi, pengalaman baik diteruskan untuk lebih baik lagi.

Melalui evaluasi ini, diharapkan para kepala bidang, kepala seksi dan staf menyampaikan permasalahan- permasalahan yang terjadi. Bertukar pikiran dan berbagi pengalaman.

Ia mengakui, suasana kerja di provinsi beda dengan di kabupaten, apalagi provinsi baru, tugasnya berbeda, kantornya berbeda, orang-orang baru juga.

Untuk itu, penyesuaian diri sangat diperlukan karena dimanapun berada harus segera menyesuaikan supaya bisa bekerja dengan tenang.

“Jika kita tidak bisa menyesuaikan diri, tidak bisa beradaptasi maka kita percaya diri walaupun kita berada ditengah orang banyak,” jelas AJ Guritno.

Dia mengajak Dispoparekraf bersatu menyukseskan tugas, dan program. 

Semua saling mengisi dan bersinergi / melengkapi satu dengan yang lain.

Ia berharap, Disparekraf bisa bekerja dengan baik. 

Khusus bendara atau semua yang berkaitan dengan keuangan diharapkan berhati-hati dalam mengelola keuangan. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)

Visited 19 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page