Puncak HUT ke-124, Bupati Yoseph Gebze Ajak Warga Perkuat Izakod Bekai, Izakod Kai untuk Merauke Maju

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Merauke ke-124 Tahun 2026 dalam malam puncak perayaan yang berlangsung meriah di Monumen Kapsul Waktu Merauke, Kamis (12/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan pemuda, serta ribuan masyarakat.
Perayaan puncak dipimpin langsung oleh Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, S.H., LL.M., didampingi Ketua Panitia Keliopas Ndiken, SSTP.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Keliopas Ndiken, SSTP menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 23 Januari 2026 dengan peluncuran logo dan tema oleh Bupati Merauke. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain:
– Lomba panahan tradisional
– Lomba tarik tambang antar 11 kelurahan se-Distrik Merauke
– Karnaval budaya yang diikuti 143 etnis
– Dialog interaktif di RRI Merauke
– Panggung hiburan dan gebyar musik tradisional (9–12 Februari 2026)
– Pasar malam dan bazar UMKM
– Bakti sosial dan pelayanan kesehatan
– Pelayanan administrasi kependudukan oleh Disdukcapil
– Lomba kebersihan antar kelurahan
Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Merauke Tahun Anggaran 2026 serta dukungan sponsor dan partisipasi berbagai pihak, termasuk BUMN, BUMD, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Merauke atas dukungan penuh, juga kepada seluruh Forkopimda, pimpinan OPD, dunia usaha, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan meriah,” ucap Keliopas.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, S.H., LL.M dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri perjalanan panjang Kota Merauke yang kini telah berusia 124 tahun sejak 1905.
“Usia 124 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kita telah melewati tiga hingga empat generasi. Dari tanah yang dahulu penuh dinamika, kini Merauke tumbuh menjadi kota yang damai dan terus berkembang,” ungkapnya.
Ia mengenang sejarah awal Merauke, mulai dari pembukaan pos pemerintahan pada awal abad ke-20.
Masuknya misionaris dan para katekis dari Maluku, hingga proses integrasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, kebesaran Merauke hari ini tidak lepas dari keterbukaan masyarakat adat Marind yang menerima keberagaman suku dan budaya.
Bupati menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan yang dirangkum dalam semboyan:
“Izakod Bekai, Izakod Kai” — satu hati, satu tujuan.

“Kalau ada yang susah, itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat adalah modal utama membangun Merauke,” tegas Yoseph Gebze.
Bupati juga menyoroti peran strategis Merauke sebagai salah satu lumbung pangan nasional serta daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang besar.
Ia mengajak seluruh masyarakat, dari berbagai latar belakang suku dan agama, untuk terus menjaga persatuan, merawat budaya masing-masing, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan gotong royong.
“Mari kita jadikan Merauke sebagai rumah bersama, tempat kita membesarkan anak cucu, mencari rezeki, dan membangun masa depan. Merauke maju, Papua Selatan maju, Indonesia maju,” tutup Yoseph Bladib Gebze.
Malam puncak perayaan ditutup dengan pertunjukan seni budaya dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kota Merauke serta harapan akan masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat di Bumi Anim Ha. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)




