VCO Diolah Jadi Minyak Urut Khas Papua, TEP IPB University Gelar Sekolah Etnomedisin di Semangga

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Tim 20 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 IPB University menggelar rangkaian pelatihan pengembangan produk berbasis kearifan lokal bagi pelaku usaha dan masyarakat di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pangkaian yang terdiri atas Sekolah Pengembangan Ekosistem Bisnis dan Sociopreneurship serta Sekolah Etnomedisin ini berlangsung pada 15–16 Oktober 2026 di Balai Kampung Urumb dan diikuti oleh 40 peserta.
Peserta yang diundang terdiri atas pelaku UMKM, kader PKK, dan kader Posyandu, yang dinilai strategis dalam menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan keluarga di kampung.
Ketua Tim 20, Iqbal Irfany dalam sambutannya menyoroti pentingnya sentuhan budaya lokal pada produk unggulan daerah.
“Sebagai upaya pemanfaatan ekonomi, produk unggulan daerah dari Papua, khususnya Merauke, harus menampilkan sisi khas etno dari daerah tersebut,” ujarnya.
“Misalnya VCO, tidak hanya sebatas menjadi VCO, tetapi dengan menambahkan buah merah atau tanaman lokal lainnya, sehingga menjadi produk yang memiliki ciri khas tersendiri berbasis budaya lokal,” sambung Iqbal.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (15/10) dengan pelatihan pemasaran dan pengembangan produk bersama Deva Primadia Almada dari Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University.
hari pertama, peserta mempelajari strategi pemasaran, peningkatan nilai tambah, dan pengembangan produk unggulan daerah dari bahan baku lokal. Seperti kelapa, pisang, dan hasil perikanan.
Hari kedua, Jumat (16/10/2026), diisi dengan Sekolah Etnomedisin bertema “Pengenalan dan Praktik Pengolahan Tanaman Herbal Keluarga Berbasis Ekonomi Keluarga”.
Narasumber Bayu Febram Prasetyo memaparkan, beragam bahan alam yang tumbuh disekitar permukiman warga berpotensi diolah menjadi produk etnomedisin bernilai tambah.
Ia mengenalkan formulasi sabun batang ekstrak kopi dan minyak urut berbahan minyak kayu putih serta adas.
Sesi yang paling dinantikan peserta adalah praktik pembuatan minyak urut khas Papua.
Peserta meracik sendiri minyak urut dengan VCO sebagai bahan dasar yang dipadukan dengan minyak cengkeh, olive oil, ekstrak buah merah, dan minyak sereh merah.
Dengan terlibat langsung dalam penakaran dan pencampuran bahan, peserta dapat melihat bagaimana VCO yang biasanya dijual tanpa olahan lanjutan dapat berubah menjadi produk perawatan tubuh dengan nilai jual lebih tinggi dan identitas khas daerah.
Dari praktik tersebut, peserta memahami bahwa pengembangan produk etnomedisin perlu dijalankan secara sistematis, mulai dari pemilihan bahan, formulasi, pengendalian mutu, sampai pengemasan.
Bayu menjelaskan tahapan perizinan produk kosmetik.
Mulai dari kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan perizinan UMKM melalui BPOM, hingga pilihan produksi melalui jasa maklon yang telah memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).
Peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Salah satu pelaku UMKM, Mulyati Kaize, melihat peluang untuk mengembangkan produknya lebih jauh.
“Produk ini nantinya dapat memberikan nilai tambah lebih untuk dijual, tidak sebatas VCO saja, tetapi bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti kosmetik,” ungkapnya.
“Harapannya, dari kegiatan ini produk yang kami jual lebih beragam dan memiliki ciri khas,” tutur Mulyati Kaize.
Ichsan, guru SMKN 11 Merauke yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut menyampaikan apresiasinya.
“Saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi ke depannya dapat berlanjut melalui kolaborasi dengan sekolah,” lugasnya.
Selanjutnya, Tim 20 Ekspedisi Patriot IPB University akan memberikan pendampingan pengembangan produk dan menjajaki kerja sama dengan SMK serta Kelompok UMKM Sinai.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah potensi bahan alam lokal di Distrik Semangga menjadi produk bernilai tambah yang berciri khas Papua dan memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan. (Hidayatillah)



