BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Ekonomi Foto Lifestyle Nasional

Wagub Papsel Dorong Pengembangan Sagu Masuk Perencanaan APBD 2027

Wagub

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pengembangan potensi lokal khususnya sagu didorong menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi di Papua Selatan (Papsel).

Ditengah berbagai agenda pembangunan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlangsung diwilayah ini, sagu dinilai memiliki
potensi besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan pangan, ekonomi sekaligus identitas
budaya masyarakat Papua.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Papsel, Paskalis Imadawa, S.Pd., M.A.P. dalam kegiatan Ekspedisi Patriot IPB University di Swiss-Belhotel Merauke baru-baru ini.

Wagub menyambut baik kajian dan inovasi yang dibawa Tim Ekspedisi Patriot IPB dalam mendorong pengembangan sagu.

Menurutnya, sagu tidak boleh hanya dipandang sebagai pangan tradisional, tetapi harus mampu berkembang menjadi komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pengembangan sagu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah
daerah.

Terutama melalui keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyusun program kerja dan perencanaan anggaran tahun 2027.

“Manusianya boleh pulang, tetapi programnya harus tetap berjalan,” tegas Imadawa.

Ia menekankan, pengembangan sagu harus berkelanjutan meskipun pendampingan Tim Ekspedisi Patriot IPB telah berakhir.

Menurut Paskalis, pengembangan sagu juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga
kelestarian lingkungan.

Berbeda dengan pengembangan komoditas yang membutuhkan pembukaan lahan baru, sagu memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi tanpa harus mengorbankan keberadaan hutan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot IPB turut memaparkan berbagai peluang pengembangan sagu.

Mulai dari diversifikasi pangan, seperti beras analog dan mi sagu hingga produk turunan bernilai ekonomi lainnya.

Sagu juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam industri nonpangan.

Sejumlah OPD turut menyampaikan peluang dan tantangan pengembangan sagu.

Mulai dari kebutuhan teknologi pengolahan, pendampingan kelompok masyarakat, ketersediaan rumah produksi hingga persoalan akses transportasi dan pemasaran produk.

Berbagai masukan tersebut mempertegas bahwa pengembangan sagu membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, masyarakat adat, kelompok tani hingga pelaku UMKM.

Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan IPB University, pengembangan
sagu diharapkan tidak berhenti pada kajian, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh masyarakat.

Pembangunan Merauke kedepan tidak hanya tentang besarnya investasi dan proyek strategis yang masuk, tetapi juga tentang bagaimana potensi yang telah diwariskan alam dan leluhur dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Sagu harus mendapat ruang untuk berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat, serta menjadi bagian penting dari masa depan pembangunan Papsel. (Hidayatillah)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page