BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Kesehatan Lifestyle Nasional Pemerintah Daerah

Dinkes Papua Selatan Optimis Tekan Stunting Lewat Penguatan Gizi dan Kolaborasi

Dinkes

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta C. H. Rahangiar, MARS, mengungkapkan, angka stunting di Papua Selatan menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih bersifat dinamis.

Ia menjelaskan, jika beberapa tahun lalu angka stunting masih berada dikisaran 30 persen, kini turun menjadi sekitar 21 persen.

Dalam tiga tahun terakhir memang terjadi perubahan dari 18 persen menjadi 21 persen, namun secara umum tren jangka panjang menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

“Yang terpenting bukan hanya melihat angka, tetapi bagaimana partisipasi masyarakat meningkat. Cakupan bayi dan balita yang datang menimbang berat badan di posyandu kini semakin tinggi. Artinya kesadaran orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak sudah semakin baik,” ujarnya.

Menurut dr. Benedicta, penanganan stunting di Papua Selatan telah dilakukan melalui intervensi spesifik di sektor kesehatan serta intervensi sensitif bersama dinas-dinas terkait di empat kabupaten. 

Ia menegaskan, stunting tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Stunting itu proses panjang, dimulai sejak sebelum menikah, masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Karena itu penanganannya harus terintegrasi,” jelasnya.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihaknya melihat program tersebut sebagai peluang memperkuat perbaikan gizi, terutama bagi anak sekolah dan remaja putri. 

Sesuai Surat Edaran Gubernur Papua Selatan Tahun 2024, remaja putri diwajibkan mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari Jumat di sekolah.

Ia mengakui, salah satu kendala konsumsi tablet zat besi adalah rasa mual jika diminum tanpa makan. 

Dengan adanya program makan bergizi di sekolah, remaja putri dapat mengonsumsi makanan terlebih dahulu sebelum minum tablet tambah darah, sehingga kepatuhan lebih terjaga.

Meski demikian, dr. Benedicta menyebut, tidak ada satu jenis makanan yang secara langsung menurunkan stunting.

“Kita tidak bisa mengatakan susu atau satu menu tertentu langsung menurunkan stunting. Yang dibutuhkan adalah kombinasi gizi seimbang, kecukupan kalori, protein, dan zat besi. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat sekarang, tetapi sangat penting untuk generasi yang akan datang,” tandas Kadinkes. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)

Visited 59 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page