BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Foto Lifestyle Nasional

Membangun Kebun Masyarakat Adat Secara Mandiri di Papua Selatan

Kebun sawit

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Koperasi Serba Usaha Inggyash Ghuzi menyampaikan komitmennya untuk membangun dan mengelola kebun plasma masyarakat adat secara mandiri.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi, kepemilikan, dan kesejahteraan masyarakat adat dari sembilan marga yang menjadi anggota koperasi.

Koperasi Inggyash Ghuzi yang beralamat di Kampung Selil Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan telah melakukan transformasi dari pola Koperasi Manajemen Satu Atap menjadi Koperasi Mandiri.

Transformasi ini menjadi langkah penting dalam menempatkan koperasi sebagai penggerak utama dalam pembangunan dan pengelolaan unit usaha kebun plasma, dengan masyarakat adat sebagai pemilik sekaligus penerima manfaat.

Dalam rangka memperkuat kapasitas pengetahuan, wawasan, dan tata kelola pembangunan kebun, Koperasi Inggyash Ghuzi menunjuk PT. Bina Papua Luhurkarya (BPL) sebagai pendamping pembangunan dan pengelolaan kebun plasma.

Saat ini, Koperasi Inggyash Ghuzi telah mengantongi HGU seluas 4.607,2 ha, dengan rencana peruntukan sekitar 3.755 ha untuk kebun sawit, sedangkan 852 ha lainnya merupakan areal Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

HGU kebun plasma tersebut telah berada atas nama koperasi sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan anggota koperasi dan masyarakat. 

Pemanfaatan tersebut diarahkan untuk membangun usaha perkebunan yang dikelola secara mandiri, produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Koperasi menegaskan bahwa pembangunan kebun plasma dilaksanakan secara mandiri oleh Koperasi Inggyash Ghuzi dengan pendampingan PT. Bina Papua Luhurkarya. 

Dalam proses pembangunan kebun plasma secara mandiri tersebut, tidak terdapat campur tangan dari PT. Papua Agro Lestari (PAL).

Lima Tahapan Pembangunan Kebun Plasma Masyarakat

Perjalanan menuju pembangunan kebun plasma secara mandiri telah dimulai sejak tahun 2023 dan dilaksanakan melalui sejumlah tahapan yang melibatkan masyarakat adat, koperasi, pendamping, serta pemerintah daerah.

1. PADIATAPA sebagai Fondasi Awal

Pembangunan kebun diawali dengan pelaksanaan FPIC atau Padiatapa yang melibatkan masyarakat adat dari sembilan marga.

Tahapan tersebut meliputi:

1 Sosialisasi — penyampaian rencana pembangunan kebun kepada masyarakat;

2 Konsultasi — mendengarkan aspirasi dan masukan masyarakat adat;

3 Dialog — membangun komunikasi terbuka untuk mencapai pemahaman bersama;

4 Persetujuan — memperoleh kesepakatan masyarakat adat dan koperasi; dan

5 Aksi bersama — melaksanakan pembangunan kebun secara mandiri dan berkelanjutan.

Padiatapa menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa pembangunan kebun tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga menghormati hak masyarakat adat, nilai budaya, kepentingan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.

2. Penunjukan PT. Bina Papua Luhurkarya sebagai Pendamping

Untuk memperkuat kesiapan koperasi dalam menjalankan pembangunan dan pengelolaan kebun secara mandiri, Koperasi Inggyash Ghuzi menunjuk PT. Bina Papua Luhurkarya sebagai pendamping.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Koperasi Inggyash Ghuzi dan PT. Bina Papua Luhurkarya.

Pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas koperasi serta dukungan dalam proses pembangunan dan pengelolaan kebun plasma agar dapat berjalan secara profesional, transparan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi anggota koperasi serta masyarakat adat.

3. Dialog dan Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan

Koperasi Inggyash Ghuzi bersama PT. Bina Papua Luhurkarya juga telah melakukan dialog dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan sebagai bagian dari upaya menyelaraskan rencana pembangunan kebun masyarakat adat dengan arah pembangunan daerah.

Dalam proses tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan kebun plasma secara mandiri oleh Koperasi Inggyash Ghuzi.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara masyarakat adat, koperasi, pemerintah daerah, dan pendamping untuk mewujudkan pembangunan perkebunan berbasis masyarakat adat.

4. Prosesi Adat sebagai Simbol Dimulainya Pembangunan

Sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, tanah, dan nilai-nilai budaya masyarakat adat, Koperasi Inggyash Ghuzi telah melaksanakan rangkaian prosesi adat sebagai simbol dimulainya pembangunan kebun masyarakat adat.

Prosesi tersebut mencakup tarian dan pembukaan adat, sambutan dan doa adat, tari persembahan, penyerahan simbolis, hingga peresmian pembangunan kebun.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen koperasi untuk memastikan pembangunan kebun tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat adat.

Kehadiran unsur pemerintah mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, distrik hingga kampung dalam rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan kebun sawit berbasis masyarakat adat.

5. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Adat

Transformasi Koperasi Inggyash Ghuzi dari pola manajemen satu atap menuju koperasi mandiri diarahkan untuk memperkuat posisi masyarakat adat sebagai pemilik, pengelola sekaligus penerima manfaat dari usaha perkebunan.

Melalui pembangunan dan pengelolaan kebun secara mandiri, koperasi menargetkan tercapainya sejumlah manfaat.

Diantaranya:

1 Memperkuat kepemilikan dan kendali koperasi atas usaha perkebunan;

2 Meningkatkan nilai tambah hasil kebun;

3 Meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat adat;

4 Menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal;

5 Mendorong pengelolaan kebun yang bertanggung jawab dan berkelanjutan; serta

6 Membangun kemitraan yang adil, transparan, dan saling memberikan manfaat.

Koperasi Inggyash Ghuzi memandang pembangunan kebun plasma bukan semata-mata sebagai pembangunan areal perkebunan, tetapi sebagai instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat adat.

Koperasi berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, serta memastikan seluruh proses pembangunan kebun dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan semangat:

“DARI KITA, OLEH KITA, UNTUK KITA”

Koperasi Inggyash Ghuzi bersama masyarakat adat sembilan marga dan PT. Bina Papua Luhurkarya berkomitmen mewujudkan kebun plasma masyarakat adat yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi yang akan datang.

Tentang Koperasi Inggyash Ghuzi Koperasi Inggyash Ghuzi merupakan badan hukum yang dibentuk oleh dan untuk 9 marga di Distrik Ulilin.

Dengan tujuan sebagai wadah pengembangan usaha bagi masyarakat adat yang menjadi anggota Koperasi. 

Salah satu unit usaha yang telah direncanakan sejak awal pendirian Koperasi yaitu kebun sawit yang akan dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh Koperasi Inggyash Ghuzi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Hidayatillah)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page