BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Ekonomi Foto Lifestyle Nasional Pemerintah Daerah UMKM

Pemprov Papsel Gelar Pelatihan Merajut bagi Perempuan OAP

Pemprov

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan (Papsel) terus berupaya memberdayakan dan meningkatkan keterampilan perempuan. 

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui pelatihan merajut. 

Pelatihan tersebut merupakan bentuk penyediaan layanan pemberdayaan bagi perempuan.

Digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Provinsi Papua Selatan disalah satu Hotel Merauke, Rabu (8/7/2026).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno menuturkan, pelatihan ini bentuk perlindungan dan penyediaan layanan pemberdayaan perempuan ditingkat provinsi.

Dikatakan, kreatifitas dalam keluarga, masyarakat dan komunitas perempuan difokuskan pada keterampilan rajutan.

Ini merupakan kedekatan dalam meningkatkan kesetaraan gender.

“Kebutuhan dan hak antara perempuan dan laki-laki harus dipenuhi secara adil dan sejajar,” ujar A.J. Guritno.

Ia menyebut, pemerintah terus berkomitmen hadir dalam pemberdayaan ekonomi kreatif bagi perempuan dan anak.

Ia menilai, pilihan merajut bukan tanpa alasan. Merajut membantu pikiran, mengurangi cemas dan memulihkan rasa percaya diri.

Selain itu, merajut juga bagian dari tenang serta tetap produktif dan punya penghasilan sendiri. 

Merajut juga gaya Orang Asli Papua (OAP) terutama kaum perempuan. 

Menurutnya, empat kabupaten di Papua Selatan yakni Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Kabupaten Asmat punya budaya merajut.

“Budaya merajut mulai dari menenun baju adat disebut cawat, koteka dan noken,”kata A.J. Guritno.

Dia berharap, pelatihan merajut mendorong pengembangan budaya lokal di provinsi Papua Selatan.

Juga menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“Mari kita bekerjasama untuk menciptakan masyarakat adil, setara dan sejahtera,” ajak A.J. Guritno.

Ia berpesan kepada para peserta pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan seksama.

Setelah kegiatan, diharapkan dapat mempraktekannya agar bermanfaat dan berimbas pada ekonomi keluarga.

A.J. Guritno meminta kepada dinas sosial agar bekerja sama dengan dinas terkait lainnya sehingga hasil pelatihan tetap berlanjut. 

“Melalui kerjasama yang dibangun, hasil rajutan dapat dipasarkan, mencarikan pasar untuk menjual hasil produktivitas rajutan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, agar hak paten dan merk rajutan perlu diurus sehingga kualitasnya tetap dipertahankan.

A.J. Guritno berharap, simpul benang yang dirajut menjadi harapan baru masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.

Juga bermanfaat bagi pemberian layanan pemberdayaan perempuan sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang setara, adil dan sejahtera di provinsi ini.

Lantaran, perempuan berperan penting dalam mewujud nyatakan pembangunan. (Hidayatillah)

Visited 5 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page