Penuh Haru Direfleksi 25 Tahun Yayasan As-salaam Merauke

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Suasana haru menyelimuti acara refleksi 25 tahun Yayasan As-salaam Merauke, Papua Selatan, Kamis (29/5/2025).
Kegiatan berlangsung di aula SMK Negeri 3 Merauke dengan mengangkat tema peningkatan profesionalisme, kinerja, dan pelayanan.
Sejumlah pendiri bersama Ketua Dewan Pengawas Yayasan As-salam Merauke, Sutadi beserta jajaran, guru dan pegawai Yayasan As-salaam Merauke yang hadir tak kuat membendung airmata.
Mereka mengenang kiprah perjuangan waqaf para pendiri Yayasan As-Salaam Merauke dan pergerakan yang gigih hingga regenerasi dalam memberikan kontribusi pelayanan kepada masyarakat di Bumi Anim Ha.
Perwakilan Pendiri Yayasan As-salaam Merauke, Slamet dalam sambutannya mengucap syukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah membersamai Yayasan As-salam dan bersedia meneruskan perjuangan.
Meski tantangan Yayasan semakin bertumbuh dengan majunya era masa kini, namun perjuangan pengurus dengan SDM tangguh tetap dihidupkan sepanjang hayat.
“Mari kita sama-sama menjaga waqaf dari para pendiri Yayasan As-salaam sebaik-baiknya untuk bisa berkontribusi yang besar terhadap masyarakat di Merauke dengan profesionalisme sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ajaknya.
Slamet berpesan kepada pengurus Yayasan As-salaam Merauke untuk menggiatkan program pertemuan pekanan agar menjadikan ruh bersatu saling mencintai dan memahami ketika ada perbedaan.
Ia mengapresiasi seluruh kerja luarbiasa dan upaya saling menguatkan perjuangan membesarkan Yayasan As-salaam Merauke.
“Kami berpesan, saling meningkatkan kapasitas secara profesional untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dilandasi niat ibadah kepada Alloh SWT,” pesan Slamet.
Dikesempatan yang sama, Ketua Yayasan As-Salaam Merauke, Jamat Setiawan mengatakan, pengurus dan pegawai Yayasan As-salaam Merauke saat ini sebagai pengganti estafet meneruskan perjuangan para pendahulu untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Papua Selatan.
“Paling penting adalah kebermanfaaran kita dalam bidang pendidikan di Merauke, Papua Selatan sejak Yayasan As-salaam berdiri pada 17 Mei 2000. Meski saya baru bergabung 2022,” ungkapnya.
Jamat menjelaskan, saat ini program yang sedang dilaksanakan oleh Yayasan As-salaam yaitu melengkapi fasilitas gedung TK, SD, SMP, SMA yang sudah terbangun.
Seperti perpustakaan, laboratorium dan masjid yang sedang berjalan pembangunannya.
“Paling besar progres kita mendirikan As-salam Boarding School (ABS) untuk SMP dan SMA,” ujarnya.
Jamat menyadari perlunya peningkatan mutu pendidikan dan SDM dalam mengelola Yayasan As-salaam yang memiliki sebanyak 739 siswa mulai dari TK, SD, SMP, SMA, TPQ dan TPA.
Selain itu, pegawai dan tenaga pendidik berjumlah 101 orang mulai dari kota Merauke sampai Kurik. Kedepan, khusus wilayah Kurik bisa mendirikan yayasan sendiri karena berada di Ibu Kota Provinsi Papua Selatan.
“Yayasan As-salaam memiliki keuangan dan aset mencapai lebih dari Rp 20 milyar sehingga salah satu program kami melakukan pencanangan pembangunan pendidikan dan manajemen keuangan satu pintu,” lugas Jamat.
Jamat berharap, Yayasan As-Salaam Merauke bisa mencetak da’i-da’i asal Merauke, Papua Selatan.
“Kita ingin berkontribusi untuk memfasilitasi dan mendorong anak muda menjadi imam masjid,” pungkasnya.
Sementara itu, perintis dan pendiri Yayasan As-Salaam, Rina Primawati mengungkapkan, sumbangan luarbiasa tulus dari relawan, pendiri dan perintis yang tidak digaji pada akhirnya bisa memberikan kemaslahatan besar untuk masyarakat.
“Harapannya, Yayasan As-salaam terus memberikan pelayanan dari sisi pendidikan di Merauke Papua Selatan menjadi yang terdepan dan terbaik. Selain itu, Yayasan As-salaam Merauke juga menjadi bagian yang berkontribusi dibidang ekonomi, sosial dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Wakil Ketua Panitia. (Hidayatillah)




