Langkah Bupati Merauke Antisipasi Dampak Banjir Rob, Siap Salurkan 19 Ton Beras ke Kimam, Waan dan…

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze didampingi sejumlah pimpinan OPD menggelar jumpa pers, Sabtu (10/1/2026) siang.
Jumpa pers tersebut membahas langkah antisipasi Pemerintah Kabupaten Merauke terhadap dampak perubahan iklim dan pasang air laut hingga banjir rob yang mulai dirasakan masyarakat diwilayah pesisir.
Bupati Yoseph menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Papua Selatan, termasuk Kabupaten Merauke, berpotensi terdampak perubahan iklim.
Dalam beberapa hari terakhir, air pasang laut terpantau cukup tinggi, terutama dua distrik diwilayah barat dan selatan Pulau Kimam seperti Waan dan sekitarnya.
“Kami menerima laporan bahwa air pasang cukup tinggi sehinggq merendam tanaman masyarakat, seperti ubi-ubian sehingga dalam waktu dekat masyarakat berpotensi mengalami kesulitan pangan,” ujar Bupati Yoseph.
Ia menyampaikan, pemerintah daerah telah menerima laporan langsung dari kepala kampung dan kepala distrik setempat.
Juga laporan kondisi terkini diwilayah tersebut dari tokoh Papua Selatan, Dominikus Ulukyanan yang juga putera daerah Kumbis Pulau Kimaam.
Untuk itu, Pemkab Merauke menggelar pertemuan bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Merauke Marta Bayu Wijaya, Ketua Komisi III DPR Papua Selatan, Kepala BPBD Merauke Romanus Sujatmiko, dan Pinca Perum Bulog Merauke Karennu, guna membahas langkah-langkah konkret penanganan kondisi tersebut.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Merauke akan memperbarui Surat Keputusan (SK) Bupati tentang status kebencanaan di Distrik Waan dan wilayah pesisir Merauke.
Sebelumnya, SK tersebut telah diterbitkan pada 19 Desember 2025 dengan masa berlaku 14 hari.
“SK ini akan kita perbarui supaya bisa kita dorong penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, Bupati Yoseph menegaskan perlunya perencanaan yang lebih matang mengingat kondisi serupa terjadi hampir setiap tahun.
Salah satu langkah yang akan dikaji adalah pengaktifan kembali serta intensifikasi lahan pertanian di wilayah terdampak.
“Distrik Waan itu didepan itu laut sekitar 100-200 meter, dibelakangnya sudah rawa. Kalau didepan bisa ditanami padi, nanti dibelakang bisa ditanami sagu. Ini akan kita kaji dan rencanakan dengan baik,” ungkap Yoseph Gebze.
Terkait bantuan pangan, Bupati menyebutkan pemerintah berencana menyalurkan bantuan beras sekitar 19 ton, disesuaikan dengan jumlah jiwa di wilayah terdampak.
Perhitungan bantuan mengacu pada kebutuhan seperempat kilogram beras per jiwa per hari untuk jangka waktu 14 hari.
Penyaluran bantuan akan didukung oleh Bulog (Bappanas) dan pihak terkait, termasuk penyediaan kapal dengan kapasitas yang memadai agar bantuan dapat segera dikirim meski kondisi laut sedang kurang bersahabat.
Selain itu, Bupati Yoseph menegaskan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan tetap dilakukan.
Pemerintah Kabupaten akan melaporkan seluruh langkah penanganan kepada Gubernur Papua Selatan agar sinergi antara provinsi dan kabupaten dapat berjalan optimal. (Jurnalis: Adlan/Redaktur: Hidayatillah)




