BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Lifestyle Nasional Pemerintah Daerah Sosial Politik

Sidang MPL PGI 2026 di Merauke Papua Selatan Sukses Digelar

MPL

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Tahun 2026 digelar di Merauke, Papua Selatan, pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026.

Dihadiri ratusan peserta dari berbagai sinode dan wilayah pelayanan gereja diseluruh Indonesia.

Kini, Sidang MPL PGI 2026 resmi ditutup disalah satu hotel Merauke, Senin (2/2/2026) malam.

Ketua Panitia Pelaksana, Soleman Jambormias, S.Pd., M.Kes., dalam sambutannya mengatakan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan wujud penyertaan Tuhan, bukan semata hasil kemampuan manusia.

“Kegiatan besar ini bisa berjalan bukan karena manusia, tetapi karena Tuhan. Jangan pernah ragu bekerja untuk Tuhan, karena Tuhan pasti membuka jalan,” ujarnya. 

Menurut Soleman, kerja pelayanan bagi Tuhan harus dijalani tanpa keraguan, sekalipun di tengah keterbatasan. 

Ia menyampaikan, seluruh panitia bekerja dengan sukacita, kasih, dan semangat kebersamaan demi menyukseskan sidang MPL PGI 2026.

Ia mengakui adanya berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi teknis, pelayanan, maupun konsumsi. 

Atas nama panitia, Soleman menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Ketua Umum Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua periode 2022–2027, Pdt. Donald Salima, S.Th., S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran peserta MPL dari sekitar 100 wilayah pelayanan. 

Ia menegaskan, MPL menjadi ruang evaluasi, pembelajaran, dan penguatan pelayanan gereja.

“Yang kurang baik kita evaluasi, yang baik kita bawa pulang dan kembangkan ditempat pelayanan masing-masing,” ujarnya.

Pdt. Donald juga menyinggung tantangan alam berupa hujan, angin kencang, dan badai yang sempat melanda Merauke. 

Namun seluruh rangkaian sidang dapat berjalan dengan baik karena kekuatan doa, yang disebutnya sebagai unsur paling utama dalam pelayanan gereja. 

“Angin, hujan, dan badai hanya bisa ditaklukkan dengan doa. Doa adalah poin yang paling utama,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, S.Th., S.Fil., M.A., menekankan, seluruh proses MPL PGI 2026 merupakan perjalanan iman.

Dimana keterbatasan manusia dipakai Tuhan untuk menghadirkan penyertaan dan mukjizat.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, berbagai lembaga, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan kaum muda dan pelayanan musik serta liturgi yang memperkaya seluruh rangkaian persidangan.

Ia mengibaratkan, penyelenggaraan sidang seperti kisah lima roti dan dua ikan. Dimana keterbatasan manusia dipakai Tuhan untuk menghasilkan kelimpahan.

“Kalau ini pekerjaan manusia, mungkin bisa gagal. Tetapi kalau ini pekerjaan Tuhan, sebesar apa pun tantangan, semuanya bisa dilalui,” tandas Frits. (Jurnalis: Adlan/Redaktur: Hidayatillah)

Visited 41 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page