Profil Ketua HIPMI Papua Selatan Nickson Pampang, Pengusaha BBM yang Komit Dorong Pengusaha OAP

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Nickson Pampang terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Selatan pada Musyawarah Daerah pertama yang mengusung tema Ekonomi Papua Selatan Maju, Pengusaha Muda Melaju tanggal 4 Desember 2025.
Pengusaha Bahan Bakar Minyak (BBM) diwilayah Papua Selatan sampai Pegunungan ini sesuai jadwalnya akan dilantik oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari di Merauke, Jumat (6/2/2026).
Nickson Pampang didapuk menjadi Ketua BPD HIPMI Papua Selatan periode 2026-2029.
Sejarah mencatatnya sebagai pemimpin pertama HIPMI Papua Selatan di Bumi Anim Ha mencakup 4 kabupaten (Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi).
“Mudah-mudahan, yang disiapkan oleh panitia dan campur tangan teman-teman BPP HIPMI untuk pelantikan pengurus BPD HIPMI Papua Selatan tanggal 6 Februari bisa berjalan baik dan lancar,” tutur Nickson kepada Beritapapuaselatan.com disela-sela kesibukannya.
“Kami berharap, Ketum besar HIPMI Bang Akbar boleh hadir. Melantik kami sebagai pengurus BPD HIPMI Papua Selatan,” sambungnya.
Pria berdarah Toraja ini mengatakan, amanah dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya merupakan suatu tantangan baru yang harus diseleaikan dan dijalani.
“Bagi saya, ini suatu kebanggaan dan kepercayaan yang sudah diberikan BPP HIPMI yang harus saya jalani,” ungkap Nickson.
Ia berkomitmen membawa HIPMI Papua Selatan bisa berkibar, berjalan dengan eksis, dan bagus kinerjanya.
Terutama, menjadi mitra strategis pemerintah provinsi maupun daerah 4 kabupaten dalam pembangunan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
“PR sebenarnya, lewat HIPMI Papua Selatan. Kita akan coba berkolaborasi dengan banyak pengusaha khususnya Orang Asli Papua (OAP). Mendorong mereka dari pengusaha kecil (kaki abu) menjadi pengusaha sedang, pengusaha besar dan pengusaha konglomerat. Inilah tujuannya ber-HIPMI,” tegas Nickson.
Anggota DPR Kabupaten Boven Digoel ini siap membangun networking agar bisa mengakomodir semua pengusaha di Papua Selatan.
Dia mengakui, tentu ada tantangan yang dihadapi setiap pengusaha, namun bukan menjadi kendala.
Tantangan itulah yang mendorong seseorang bisa bersinar baik secara mandiri maupun
usaha yang dirintis untuk masa depan.
“Seperti falsafah, mutiara yang berkilau itu harus diasah/digosok. Ini juga yang membuat usaha saya ada sampai detik ini. Semua karena kebaikan dan kmurahan Tuhan,” lugasnya.
Nickson mengajak pengusaha muda di Papua Selatan agar jangan takut, bimbang dan ragu. Tetapi harus mengejar mimpi dimasa muda.
Ia mengungkapkan, kisah awal terjun didunia usaha masih berstatus mahasiswa usia 22 tahun pada 2006 lalu.
Nickson muda memulai jadi pengusaha kaki abu (meraba raba) dengan belajar secara otodidak.
“Pada saat itu orangtua saya, almarhum bapak meninggal 2005 secara mendadak. Saya masih kuliah, sebagai anak tertua mengambil tanggungjawab melanjutkan usaha yang sudah dirintis orangtua dengan meraba sana sini,” bebernya.
Nickson tidak mengenali mitra usaha BBM warisan orangtuanya sehingga berusaha bangkit.
Membangun kembali relasi hingga berdikari. Kini 10 usaha BBM mulai berkembang dan eksis di Boven Digoel, Merauke (Papua Selatan).
Berkat kemurahan Tuhan, usahanya sudah merambah hingga Yahukimo dan Pegunungan Bintang.
Bahkan dalam waktu dekat, Nickson akan menambah 3 usaha BBM lagi.
“Apa yang pernah diajarkan oleh orangtua saya bahwa kalau orang lain bisa, kenapa kamu tidak bisa? Saya buktikan itu. Saya berusaha menjaga dan mengembangkan usaha yang orangtua tinggalkan,” kenang Nickson.
Baginya, menjadi pengusaha itu adalah suatu kebanggaan. Meski Nickson lahir dan besar dikeluarga pengusaha, namun harus belajar semuanya otodidak.
“Termotivasi dalam diri saya bahwa setiap perjuangan, pertempuran yang orangtua (bapak) saya belum selesaikan atau beliau kalah. Saat ini saya harus menyelesaikan pertempuran-pertempuran itu dan saya harus menang,” ucap Nickson.
Menurutnya, tidak pernah mencita-citakan jabatan Ketum HIPMI Papua Selatan yang siap diemban sekarang.
Namun jika ditarik ke masa lalu, ada kisah yang tak terduga.
“Tidak ada cita-cita jadi ketua tapi saya punya foto bapak saya yang terpampang didinding rumah juga seorang perintis dan pengurus HIPMI Kabupaten Merauke tahun 1995. Bapak saya pernah bertemu Wakil Presiden saat itu Bapak Sutrisno. Tidak kebayang, saya saat ini jadi Ketua HIPMI Papua Selatan,” sebutnya.
Ayah satu anak ini menaruh harapan besar kepada pengusaha muda di Papua Selatan agar jangan takut meraih mimpi.
“Jemput mimpi kita dimasa muda. Hadapi tantangan dengan tenang. Kita jalani dengan senang,” tandas Nickson. (Jurnalis: Adlan / Redaktur: Hidayatillah)



