BERITA PAPUA SELATAN

Membangun dari Batas Negeri

Berita Ekonomi Foto Lifestyle Nasional

TEP IPB University Kembangkan Demplot Padi IPB 9G Berbasis Mekanisasi di Wapeko Merauke

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Pengembangan pertanian melalui penerapan teknologi terus dilakukan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. 

Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi, IPB University melalui pembuatan dan penanaman demplot padi di Kampung Wapeko, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke baru-baru ini. 

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya TEP IPB University dalam memperkenalkan benih unggul dan penggunaan mekanisasi dalam kegiatan penanaman padi di kawasan transmigrasi.

Tim TEP IPB University dipimpin oleh Ketua, Lilis Sucahyo, S.TP., M.Si. dengan anggota tim yang terdiri atas Thoriq Aziz Al Madani, S.T, Hafiz Damarjati, S.T., Novia Miftakhul Qisthi, S.Tr.Bns, Haura Alisya Sari, S.TrP., dan Hedera Muammad Thoriq, S.P. 

Pelaksanaan kegiatan penanaman di Kampung Wapeko dilakukan oleh anggota tim TEP dan turut dihadiri serta didampingi oleh Sekretaris Kampung Wapeko, Bapak Arga Setiawan, bersama para petani setempat, yaitu Viki, Leo, Ari, dan Rasido.

Demplot dibuat pada lahan seluas 1 hektare dengan menggunakan benih padi varietas IPB 9G sebanyak 60 kilogram. 

Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan mekanisasi sebagai bagian dari penerapan teknologi pada kegiatan budidaya padi. 

Demplot tersebut juga dirancang sebagai lahan percontohan untuk mengamati pertumbuhan dan hasil varietas IPB 9G serta membandingkannya dengan varietas lokal yang digunakan oleh petani.

Penggunaan mekanisasi dalam kegiatan penanaman menjadi bagian dari pengenalan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada masyarakat. 

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung penggunaan mekanisasi pada tahap penanaman padi. 

Hal ini diharapkan dapat menjadi awal dari proses pengenalan dan transfer pengetahuan mengenai penggunaan alsintan di Kampung Wapeko.

Pemilihan varietas IPB 9G menjadi bagian dari upaya mengenalkan alternatif benih kepada petani serta melihat kesesuaiannya dengan kondisi lahan di Kampung Wapeko.

Perkembangan tanaman dan hasil produksi nantinya akan diamati selama musim tanam hingga panen. 

Hasil pengamatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pertumbuhan dan potensi produksi varietas IPB 9G di lahan demplot.

Sekretaris Kampung Wapeko sekaligus pemilik lahan demplot, Arga Setiawan menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. 

“Kami berharap demplot percontohan di Wapeko ini dapat memberikan hasil produksi beras yang optimal,” ungkapnya. 

“Program ini juga kami harapkan menjadi sarana transfer pengetahuan mekanisasi, sehingga masyarakat yang belum terbiasa bisa mulai memahami operasional alsintan, dan yang telah memiliki dasar keterampilannya dapat terus memperdalam kemampuannya,” tutur Pak Arga.

Pembuatan demplot di Kampung Wapeko merupakan bagian dari kegiatan TEP IPB University dalam mendukung pengembangan pertanian di kawasan transmigrasi Merauke. 

Selain menjadi lahan percontohan varietas IPB 9G, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung penerapan mekanisasi pada tahap penanaman padi. (Hidayatillah)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page