Transformasi Produksi Noken: Pemberdayaan UMKM Papua Selatan Lewat Inovasi Teknologi dan Pemasaran

Beritapapuaselatan.com, MERAUKE – Ditengah semangat menjaga budaya dan meningkatkan ekonomi lokal, dosen Universitas Musamus menggagas Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2025 bertajuk “Transformasi Produksi Noken: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Manajemen, Pemasaran, dan Teknik Produksi pada UMKM di Merauke, Papua Selatan.
Program ini dipimpin Apolinaris Sapuk Awotkay, S.E., M.M bersama anggota Simon Siamsa, S.E., M.M dan Dedy Abdianto Nggego, S.Si., M.Kom.
Melalui pendekatan partisipatif, tim mendampingi para pengrajin noken agar mampu mengintegrasikan teknologi modern ke dalam proses produksi yang selama ini dilakukan secara manual.
Kegiatan meliputi implementasi teknologi pada aspek produksi, pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan digital, hingga pemasaran berbasis media sosial dan marketplace seperti TikTok dan Shopee.
Tim juga nantinya akan membantu membuat desain kemasan baru, logo produk, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk memperkuat identitas merek noken Papua Selatan.
Ketua tim, Apolinaris Sapuk Awotkay, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam transformasi UMKM lokal agar lebih efisien dan berdaya saing.
“Produksi noken sebelumnya masih dilakukan secara manual dengan sistem manajemen sederhana,” tuturnya.
“Melalui program ini, kami membantu pelaku usaha menerapkan teknologi produksi modern dan strategi pemasaran digital agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar,” sambung Apolinaris.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek efisiensi dan profesionalisme.
Penggunaan mesin pemintal benang otomatis meningkatkan kapasitas produksi hingga 50%, sementara pencatatan keuangan digital membantu pengrajin memantau transaksi dengan lebih transparan dan akurat.
Dari sisi pemasaran, pengelolaan media sosial membuat produk noken lebih menarik dan dikenal luas.
Pemilik UMKM mitra, Fransisca Xaveria Douw, menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan.
“Selama ini kami hanya membuat noken dengan cara tradisional dan menjual disekitar Merauke saja,” ujarnya.
Menurut Fransisca, setelah ada pelatihan dari tim Universitas Musamus, pihaknya belajar cara mencatat keuangan digital, mempromosikan produk lewat TikTok.
“Bahkan kedepannya kami akan punya kemasan baru yang lebih bagus. Saya sangat bersyukur karena sekarang noken kami bisa dijual ke luar daerah,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Program dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dapat melahirkan perubahan positif.
Melalui dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah Indonesia. (Hidayatillah/Wartawan Utama)




